Tantangan yang dihadapi Pramuka

Gerakan Pramuka merupakan salah satu gerakan kepanduan di Indonesia yang memiliki andil cukup besar dalam pembentukan karakter bangsa. Gerakan pramuka merupakan salah satu Organisasi yang mempunyai jumlah anggota paling banyak dari sekian Gerakan kepanduan yang berada di Indonesia. Menjadi suatu kebanggaan juga bagi kita, bahwa Gerakan Pramuka memiliki anggota paling banyak di dunia dengan jumlah 21 juta orang di tahun 2012. (Tempo.Co,Jakarta. Selasa, 31 Januari 2012). Hal ini menjadi bukti bahwa Gerakan Pramuka merupakam salah satu kegiatan terfavorit bagi semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, Pemuda bahkan orang tua.

Hari ini, Gerakan Pramuka bukan hanya di hadapi dengan masalah kuantitas dan kualitas dari anggotanya, namun masalah utamanya adalah bagaimana mewujudkan Visi dan Misi Gerakan Pramuka itu sendiri, melihat berbagai tantangan yang semakin hari semakin mengancam karakter kaum muda.

Menyadarkan pentingnya sebuah visi dan misi dari Gerakan Pramuka kepada Pramuka bukanlah suatu hal yang mudah. Karena orientasi kegiatan kepramukaan pada dasarnya adalah penanaman nilai-nilai karakter serta penanaman keterampilan dalam hidup. Nyatanya, hal itu memang membutuhkan proses yang cukup panjang, tidak instan dan tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Tantangan yang dihadapi Pramuka

Gerakan Pramuka mempunyai visi yaitu "Menjadi wadah pilihan utama dan solusi handal masalah kaum muda". Selaras dengan visi tersebut, Gerakan Pramuka di harapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam pembentukan Generasi dan SDM yang handal dan berkualitas. Tidak bisa kita pungkiri bahwa seiring perkembangan zaman yang luar biasa pesat ini, teknologi bukan hanya menimbulkan dampak positif, namun maraknya penyalahgunaan teknologi ini menimbulkan pula dampak negatif yang menjadi masalah ditengah-tengah kehidupan dimasa kini seperti, Pola hidup konsumtif, sedikit karya, dan kurang produktif akibat kebiasaan hidup yang konsumtif dan Istan ini.

Menurut seorang Psikolog James E. Gardner, seiring perkembangan zaman ada beberapa karakter kaum muda yang menjadi perhatian kita, 

1.Kesadaran diri dari generasi muda yang masih kurang dalam proses pembangunan.
2.Sifat generasi muda yang masih mudah terpengaruh oleh hal-hal yang bersifat sepihak dan cenderung negatif.
3.Sifat dari generasi muda yang kadang masih menggantungkan, baik kepada orang tua, pimpinan, ataupun orang lain.
4.Kekurang siapan generasi muda dalam menghadapi era globalisasi dewasa ini.
5.Kurang adanya kerjasama yang saling bermanfaat demi tercapainya suatu tujuan.
6.Kurang perhitungan dalam mengambil tindakan, karena terpengaruh oleh egonya.
7.Kurang adanya dukungan dari pihak-pihak lain demi tercapainya tujuan.

Sebenarnya, Gerakan Pramuka telah lama memikirkan cara dan menyiapkan solusi untuk menyelesaikan hal ini dengan berbagai pola kegiatan dan metode pendidikan yang diberikan. Misalnya, Pendidikan berbasis alam dan diluar lingkungan, Metode pendidikan dengan praktek langsung dan dibimbing oleh orang dewasa atau di sebut dengan Pramuka dewasa, Kegiatan pertemuan seperti diskusi, musyawarah, Perkemahan dan sebagainya yang tidak lepas pula dengan penanaman nilai-nilai kekeluargaan, kebersamaan, nilai-nilai nasionalisme, dengan pemanfaatan sumber daya dan teknologi. Dalam Gerakan Pramuka, seorang peserta Didik biasanya akan di latih di bawah tekanan, sehingga jika di hadapi dengan masalah-masalah dalam kehidupan, maka seorang Pramuka akan pandai dan cakap dalam menyelesaikan masalah itu. Penanaman ilmu dalam menunjang kehidupan pula diberikan dalam kegiatan Pramuka seperti, Berbagai keterampilan produktif, serta pemanfaatan sumber daya alam. Hal diatas merupakan contoh contoh kegiatan yang di laksanakan dalam Gerakan Pramuka. Masih banyak lagi kegiatan lain yang tentunya sangat bermanfaat sekali bagi kaum muda.

Menjadi tantangan utama Gerakan Pramuka adalah bagaimana mewujudkan Visi dan Misi dari Gerakan Pramuka. Hal ini akan terealisasikan kalau adanya dukungan dari berbagai pihak yang terlibat, seperti sekolah, dinas-dinas terkait, dukungan masyarakat serta orang tua.

Sekolah sebagai tempat Berpangkalnya suatu Gerakan Pramuka, disebut juga Gugus Depan harusnya mendukung kegiatan Kepramukaan dengan sebaik baiknya, karena cita cita atau tujuan dari pendidikan Nasional adalah ''mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan." (Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang sistem pendidikan Nasional, Pasal 3). 

Dalam hal ini, sekolah mestinya dapat menjadikan Gerakan Pramuka sebagai pendukung untuk mewujudkan tujuan pendidikan itu dengan memberikan dukungan yang lebih terhadap jalannya kegiatan Pramuka yang ada di sekolah. 

Selanjutnya, Peran sekolah dalam peningkatan kualitas pendidikan akan di bantu dengan adanya kegiatan- kegiatan melatih keterampilan yang terdapat dalam kegiatan Pramuka. Tidak ada alasan lain untuk menolak Kegiatan Kepramukaan. Karena gerakan Pramuka merupakan salah satu gerakan yang juga bergerak dalam bidang pendidikan.

Kemudian, peran masyarakat dan orang tua sangat dibutuhkan sekali oleh Gerakan Pramuka untuk sama-sama berusaha menanamakan nilai-nilai positif pada anggota Pramuka. Orang tua sebagai pendidik utama anak-anaknya, harus meningkatkan semangat anaknya untuk mengikuti kegiatan Kepramukaan, oleh sebab itu, Orang tua diharapkan dapat memahami terlebih dahulu bagaimana kegiatan Pramuka itu, dan apa tujuan dari Gerakan Pramuka. Sehingga orang tua bisa menimbang baik buruknya jika menyuruh anaknya untuk ikut kegiatan Kepramukaan, arti kata " jangan hanya mendengar gosip dari tetangga yang menyebut nyebut kegiatan Pramuka itu tidak bermanfaat".

Memang kerap kali kita dihadapi kekhawatiran dengan pelaksanaan kegiatan Pramuka yang berbasis di alam atau lingkungan terbuka, kita beranggapan bahwa kegiatan Pramuka terlalu beresiko, dan banyak di hadapi bahaya. harus di pahami bersama adalah, bahwa sebelum melaksanakan kegiatan apapun, Gerakan Pramuka senantiasa mempersiapkan segala solusi atas resiko dan masalah yang akan di hadapi. Oleh karena itu, bukan keluhan yang di harapkan, namun dukungan dari masyarakat dan orang tua untuk mensukseskan program-program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Pramuka. 

Dengan adanya dukungan yang penuh dari sekolah, masyarakat serta orang tua, Gerakan Pramuka akan lebih mudah mewujudkan Visinya. Pengurus yang berada di masing-masing wilayah pun mesti terus berbenah dan mengevaluasi diri untuk menjadikan Gerakan Pramuka sebagai Wadah yang benar-benar menjadi pilihan utama dan solusi handal masalah kaum muda.

Penulis: 
Depri
Sumber: 
Humas Kwarcabpkp

Artikel

23/06/2020 | Humas Kwarcabpgk
30/03/2020 | Pramuka Pandega Fakultas Hukum UBB
07/09/2018 | Humas Kwarcabpkp
07/09/2018 | Humas Kwarcabpkp
07/09/2018 | Humas Kwarcabpkp
16/08/2018 | Depri
12/08/2018 | Dinda
10/08/2018 | Dewan Kerja Cabang Kota Pangkalpinang